Jumat, 01 April 2016

Dampak Negatif Televisi

DAMPAK NEGATIF TELEVISI 
       Media masa merupakan media komunikasi yang dewasa ini semakin modern, canggih, dan berkembang. Termasuk elektronik berupa televisi. Televisi merupakan elektronik yang selalu mengikuti perkembangan zaman, semakin memberikan jamuan yang up to date dan nyata. Selain itu juga dapat menyajikan peristiwa secara langsung dengan gambar dan suara khas televisi, sehingga memudahkan masyarakat menemukan informasi teraktual dan terbaru dari berita yang ditayangkan oleh beberapa stasiun televisi. Adapun acara televisi yang ditayangkan untuk ditonton hanya sebagai hiburan. Maka, dari berbagai tujuan penayangan acara televisi tersebut dapat dijadikan alasan sampai saat ini masyarakat masih gemar menonton televisi dan menjadi rutinitas wajib setiap hari. 


      Pada kutipan jurnal milik Sri Desti, Sobur (1986) berpendapat bahwa televisi pada dasarnya merupakan sumber informasi untuk hal-hal yang baik dan cocok untuk anak-anak, maupun hal-hal yang kurang baik dan kurang cocok untuk anak-anak. Namun, anak usia 6 tahun ke atas cenderung lebih suka menonton tayangan remaja bahkan dewasa yang pada dasarnya tidak mendidik. Kecenderungan tersebut menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua. Masa usia tersebut mempunyai kemungkinan besar bahwa segala tindakan yang dilakukannya didapat dari tontonan acara televisi setiap hari. Sedangkan sajian tayangan televisi kebanyakan mengandung tindak kekerasan, keromantisan, bahkan pembunuhan yang pasti bukan bagian dari kebutuhan mereka. Akibatnya berpengaruh pada perilaku negatif terhadap mereka. Kekhawatiran orang tua terhadap tindakan tersebut menuntut mereka untuk lebih memperhatikan tayangan yang ditonton oleh anak-anak. Akan tetapi, belum sering orang tua berperan memberikan perhatian tersebut. Sehingga anak-anak bertingkah dan berperilaku mengalir apa adanya sesuai yang mereka tonton. Orang tua merupakan faktor utama yang berperan penting terhadap perkembangan perilaku anak. Sepatutnya mereka dapat menjadwalkan perhatian dan arahan lebih intens kepada anak-anak saat menyaksikan tayangan. Sehingga dapat terminimalisir tontonan yang bukan kebutuhan mereka. Namun, tidak bisa dikatakan 100% bahwa televisi adalah faktor perilaku negatif anak. Karena ada faktor eksternal seperti lingkungan dan keadaan. KUTIP: • Hutapea, B. (2011). Studi Korelasi Intensitas Menonton Tayangan Yang Mengandung Kekerasan Di Televisi Dengan Perilaku Agresif Pada Anak. Jurnal Psikologi, 3(2). • Irawan, R. E. (2016). SIKAP PENONTON DALAM PROGRAM TELEVISI INDONESIA SAAT INI. Jurnal Sosiologi Reflektif, 9(2). • Desti, Sri. DAMPAK TAYANGAN FILM DI TELEVISI TERHADAP PERILAKU ANAK. Jurnal Komunikologi Vol, 2005, 2.1. • Qayyum, S., Malik, N., Iqbal, M. M. A., Haq, N. A., & Malik, M. S. (2013). Exposure to Violent Television Programs and its Effect on Siblings Aggressive Behavior: Parents' Perceptions. International Journal of Business and Social Science, 4(7).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar